info

Pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Sedangkan bidang ilmu yang termasuk dalam informatika meliputi beberapa macam, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Aspek dari informatika sebenarnya lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, karena masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer, yang dapat dimasukkan di dalam aspek dari informatika ini.

Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.

Menurut Wikipedia, secara luas ruang lingkup informatika meliputi beberapa aspek:

  • Teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informasi
  • Ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi, manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
  • Ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan, pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi dan alat lain yang berbasis komputer.

(./dna)

READ MORE - info

Puisi Patah Hati »


Seluruhku lumpuh
jiwaku tenggelam dalam telaga
berair keruh
kakiku terpaku pada jejak terakhir
kau goreskan
aku tidak bisa lagi melangkah
tuk menangis pun korneaku sudah kering
aku menunggu hari pembusukan
ketika belatung menggerayangiku
namun aku masih punya akal



Ketika raga ini mulai gelisah
Ketika jiwa ini mulai terhenyak
Engkau pergi dari hidup ku…
Ketika raga ini tersakiti
Ketika jiwa ini terkucilkan,
Engkau tak ada lagi di sisi…
Ketika rasa sakit mulai Merasuki raga
Ketika rasa muak merasuki jiwa,
Engkau telah tiada…

READ MORE - Puisi Patah Hati »

Persahabatanku Hancur Cuma Karena Cowok

ilustrasi-cewekSekarang aku sudah di SMK dan akupun mempunyai teman baru. Tapi semua teman aku tidak satupun yang bisa jadi teman dekatku. Sesudah tiga bulan, aku di sekolah itu akhirnya akupun memiliki teman yang aku percaya dan aku anggap dia sebagai teman curhat. Dan aku pun percaya sama dia.
Sebelumnya kami sama-sama tidak punya cowok alias kami jomblo.

Persahabatan aku sama dia (teman dekat aku namanya Yana) sangat akrab. Dia sering curhat tentang keluarganya ama aku. Begitu juga dengan aku. Kami sama-sama mengetahui tentang keluarga kami berdua. Aku dan Yana pun berjanji tidak akan pernah membocorkan rahasia kami berdua. Karena kami sudah berjanji. Apabila kami berantam, kami tetap tidak akan membongkar rahasianya.

Setelah tiga bulan kami jalani persahabatan kami, aku dan Yana mulai dekat ama cowok yang kami suka. Aku punya teman cowok dia punya teman cowok juga. Kami sama-sama dekat ama cowok. Tapi aku tidak pengen mau pacaran, aku ngerasa aku tuh masih kecil. Tapi teman aku ini mulai dekat ama seseorang, dia pun cerita samaku tentang cowok. Dia bilang “Aku punya teman, dia orangnya putih, ganteng, trus motornya mio” Yana cerita kayak gitu ama aku. Aku pun ngerasa gimana ya nanti sesudah punya cowok. Apakah aku ama Yana pisah alias berantam?

Tapi setelah aku pikir kayak gitu, aku pun tidak mau dekat ama cowok. Biarlah aku dekat ama teman aku sendiri. Walaupun Yana udah punya cowok, yang penting persabatan aku ama Yana tidak hancur. Karena aku ngerasa Yana tu paling baik dan ngertiin aku, waktu aku sedih dia selalu ada maupun senang, begitu juga dengan Yana.

Tapi waktu Yana punya cowok, semua orang benci ama dia. Soalnya yana tu ngambil cowok orang, Kata orang-orang. Tapi aku tidak tau benar, soalnya semenjak Yana dekat ama cowoknya tu baek yang jelas cowoknya tu dibanggakan trus. Tapi pada suatu hari, rupanya cowok Yana tu orangnya matre suka mlorotin orang. Mulai dari situ persahabatan aku ama Yana mulai renggang, alias berantakan. Aku ama dia sering berantam. Tapi walaupun Yana punya cowok. Aku tetap berada disampingnya. Aku selalu ngerasa apa yang dirasakan Yana. Yana senang, akupun ikut senang.

Lama-kelamaan dia pacaran akhirnya dia putus juga. Dan persahabatan kami makin dekat. Kata Yana “Aku nyesal punya cowok, cowok itu biadap, pengecut, nggak ngerti perasaan cewek. Itulah terucap dari mulut Yana sendiri (teman dekat aku sendiri), tapi aku hanya bisa bilang sabar aja. Karena aku tak bisa ngelakukan apa-apa. Tapi di dalam permusuhan itu aku dan yana akhirnya tambah dekat. Aku sangat senang dapat teman seperti Yana. Walaupun Yana sedikit cerewet dan menyebalkan, tapi aku senang.
Hari demi hari berlanjut. Akhirnya kami sudah sampai kesemester 2 kelas satu. Kami sangat senang bisa ujian dan lumayan nilai kami bagus. Tapi didalam semester ini banyak cobaan yang kami hadapi. Akupun sudah punya cowok, begitu juga dengan dia. Tapi kami selalu cerita tentang semua yang kami jalani. Tapi aku ama yana tidak terlalu dekat lagi. Karena kami punya masalah sendiri.

Sebenarnya aku senang punya cowok. Tapi kadang buat kita sakit hati. Akupun pacaran bukan karena suka sama cowok ini. Tapi karena aku cumin pengen coba-coba. Karena dialah pacar pertama aku. Lama sudah pacaran sama dia, akupun merasa tidak ada guna aku pacaran, malah merugikan diri aku sendiri. Akhirnya akupun mutusin dia melalui hp. Tapi katanya dia tak terima aku putusin. Akupun tambah pusing. Aku cerita sama teman aku dikelas malah semua orang tu nyalahin aku. Aku tambah sedih tapi Yana selalu ada di samping aku, yang selalu mendukung aku. Akupun merasa senang sekali karena Yana masih mau belain aku walaupun aku salah.

Tapi aku merasa tidak senang kalau yang di samping aku. Karena Yana sudah terlalu baik. Dia selalu membantu aku kalau aku susah. Padahal aku tak pernah baik sama dia. Aku ngerasa selalu jahat sama dia. Tapi persahabatan aku sama Yana makin dekat lagi. Aku sama Yana kadang berteman, berantem menjauh juga pernah. Kami lucu ya……..ha…..ha……..

Sebentar lagi kami mau ujian, kami harus belajar serius, soalnya ini ujian kenaikan kelas. Tapi aku sama Yana tak pernah belajar dengan serius. Kami sering nyontek ama teman. Yang jelas kami berdua dibilang mada. Guru-guru juga udah tau kalau kami berdua tu bandel, bukan hanya guru aja yang tau kebandelan kami, tapi malah semua teman sekelas kami banyak yang benci sama kami berdua. “Katanya kami orangnya cerewet trus sok bagak” mungkin orang tu ngomong kayak gitu. Tapi kami berdua nggak merasa bandel.

Akhirnya kami semua satu sekolah sudah selesai ujian. Kata guru kami ngambil rapor. Sesudah selesai seminggu ujian kami akan mengambil rapor. Kami pun merasa gimana gitu. Kami sekelas ketakutan “takut tinggal kelas. He…..he……he…… akhirnya kami ngumpul di kelas. Dan menyebutkan siapa-siapa yang dapat juara. Aku ama Yana senang bila dapat ranking. Tapi aku merasa tak pantas dapat rangking. Karena kamikan mada/bandel. Tapi kami senang, akhirnya kami naik kelas…………….

Sekarang kami sudah duduk di kelas 2. kebahagiaan yang ada waktu kelas satu. Sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah hancur. Semenjak Yana pacaran sama anak kelas satu, semua teman-teman aku nuduh aku ngambil cowoknya pa sih……benar “aku dekat sama pacar Yana yang kelas satu tu. Tapi cuma sebagai teman itu aja kok. Nggak lebih. Tapi malah orang tu nuduh aku yang aneh-aneh. Padahal cowok Yana ni yang kelas satu tu cuma mau hanya Yana, ama aku. Dia bilang Yana tu suka apa” trus aku bilang Tanya sendiri aja ama dia. Tapi dia tak mau nanya ama Yana. Mungkin Yana nggak tau Dede sering ke rumah aku cuma mau nanyain Yana. Sangking Dede sayang ama Yana, dia ngelakukan apa aja. Bahkan dimata guru Dede ni orangnya bandel (cowok Yana, Dede). Biarlah Dede bandel yang penting Yana sayang ama Dede” katanya. “Bahkan Dede pernah diskor hanya karena Yana. Tapi Yana nggak tau berapa besar pengorbanan Dede untuk dia. Sampai-sampai dia nuduh aku selingkuh ama Dede, Temannya sendiri. Aku ngerasa nggak ada yang percaya ama aku. Yana ulang tahun bulan Agustus. Aku sama Dede pun mau rencanain beli kue untuk Yana. Dede pun datang ke rumah aku. Dia bilang, ‘’Ka’bantu Dede buat surprise untuk Yana,’’ Kata Dede sama aku. Baru Dede ngomong kayak gitu, tiba-tiba teman aku juga datang, aku pun bingung mau ngomong sama siapa, aku ajak bicara ja kami bertiga. Kami bercanda-canda, ketawa-ketawa. Akhirnya Dede ama aku nggak jadi buat rencana tuk ultah Yana.

Besoknya, dia pun ngomong di skul, pas di dalam kelas trus Yana ada disamping aku. Dia pun cerita waktu dia ke rumah aku terus dia juga bilang “Dede juga datang kerumah. Yana pun tambah curiga. Yana marah-marah amaku dibilang “Ria, ngapa nggak cerita amaku Dede datang ke rumah Ria. Aku cuma bilang, Dede ngajak aku ke rumah Yana, tapi aku tak bisa. Cuman itu alasan aku ama Yana. Yana pun nggak percaya amaku.

Ultah Yana tinggal tiga hari lagi. Tapi rencananya belum dibuat ama Dede. Jadi aku ngerasa, “Kayaknya Dede ne tak jadi beli kuenya, soalnya Dede nggak ada ngomong amaku. Rupanya Dede sama Yana lagi berantam, tanpa sepengetahuan aku. Walaupun orang tu berantem, aku tetap mau buat kejutan buat Yana. Dengan duit yang aku sisihkan, aku tetap mau beli kue untuk Yana. Pas dua hari lagi, hari ultah Yana aku udah siap-siap mau beli kuenya. Tapi waktu di skul Yana marah-marah ama aku. Dia bilang, “Ini semua gara-gara Ria. Aku berantam ama Dede”. Jadi akupun ngomong, kok aku yang disalahin, aku kan tak ada pacaran ama dia. Aku cuman bisa bilang gitu, dan hanya terdiam.

Aku jadinya putus asa buat rencana untuk ultah Yana ini. Aku malas, aku benci ama dia, jadinya aku ngerasa bersalah. Aku nyesal dekat ama Dede. Tapi semuanya udah berlalu. Aku cuman bisa diam dan tak mau beli kue untuk Yana lagi. Karena aku sakit hati. Pada malam harinya akupun belajar di meja kamarku, aku belajar sambil melihat kalender yang aku tandai (pas besok tanggal 25 hari senin ultah Yana) setelah ku pikir-pikir “aku beli kuenya tau nggak” tapi aku masih sakit hati ama dia aku nggak terima dia nuduh aku kayak gitu. Dia nuduh sama temannya sendiri ngerebut cowoknya. Sudah satu tahun aku berteman ama dia. Dia udah kenal samaku begitu juga aku udah kenal ama dia. Akhirnya aku nggak jadi beli kuenya.
Besok harinya :

Tanggal 25 Agustus Yana Ultah.
Akupun nggak ada ngucapin apa-apa ama dia. Pas kami semua uda di kelas, akupun duduk disampingnya. Tapi aku diam aja. Tak ada ngomong apa-apa. Tapi semua teman sekelas aku udah ngucapin met ultah ma dia. Setelah kupikir-pikir kita tu harus saling memaafkan akhirnya aku minta maaf ama dia dan ngucapin met ultah tanpa ngasih apa-apa.

Pas kami keluar main dia pun curhat ama aku. Dia bilang samaku, “Aku sama Dede sudah putus”. Aku hanya terdiam. Aku tak mau ikut campur lagi urusan mereka berdua. Tapi walaupun mereka berantam, akan tetap berteman sama Dede. Begitu juga dengan Yana tapi tidak terlalu dekat.

Sesudah Yana putus ama Dede. Tak henti-hentinya masalah datang menimpa aku. Aku pun masalah sama cowok aku. Aku mutusin dia karena aku ngerasa aku tak ada teman. Tapi dia tak mau putus samaku. Tapi aku tetap mau sendiri tanpa dekat ama cowok. Tapi semua orang benci samaku termasuk teman-teman aku, tetanggaku yang jelas semua teman-teman aku. Aku cuman pengen bisa dekat lagi sama Yana (yaitu teman dekat aku sendiri yang nuduh aku pacaran ama cowoknya).

Aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan membuka pintu hati Yana, begitu juga dengan aku agar aku sama dia bisa berteman kembali agar persahabatan kami lebih dekat lagi. Aku juga minta doa yang telah membaca cerita ini. Dan aku mengucapkan terima kasih banyak bagi yang membaca kisah hidup persahabatan aku. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak.
Saya berterima kasih kepada kru yang bertugas dan membuat iklannya. Sehingga saya yang bernama Ria bisa membagi cerita ini kepada siapapun yang membacanya. Saya pun berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan kecerdasan kepadaku.

Sayapun meminta kepada orang yang membaca agar memberi komentar kepada saya, gimana cara aku sama sahabat aku sendiri, bisa dekat lagi. Serta kami bisa ngumpul lagi. Dan apabila ada yang mau berkomentar, SMS aja yang ke nomor ini 0852 6553 3356. Terima kasih.***

READ MORE - Persahabatanku Hancur Cuma Karena Cowok

Mungkinkah Ini Saat Terakhir? - Cerpen Cinta

Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit….Dengan malas Rona menggerakkan tangannya. Ia berusaha meraih handphone yang terletak di atas meja tepat di sebelah tempat tidur dengan mata masih terpejam.

“Ha..lo …”, sahut Rona dengan perlahan setelah memencet salah satu tombol handphone.
“Ya ampun Na! Lu baru bangun ya?” tanya Rara.
“Yaaaa, ada apa sih Ra?” sahut Rona dengan mata masih mengantuk.
“Tumben banget lu kesiangan? Emang semalam lu begadang ya?” tanya Rara lagi.
“Iya nyelesain paper yang disuruh Bu Rani. Weker gue rusak, makanya telat bangun,” jelas Rona perlahan.

“Ohhhh….gitu, ya udah! Sekarang lu mandi dan cepat-cepat kemari ada kabar penting!” perintah Rara.

“Kabar apaan sih Ra?” tanya Rona dengan malas karena merasa tidak akan tertarik dengan kabar dari sahabatnya itu.

“Hari ini Dude masuk sekolah Na!” kata Rara dengan tegas.
Rona yang sedari tadi tiduran dan memejamkan mata, sontak kaget dan langsung duduk dengan membelalakkan matanya.

“Serius Ra?” tanya Rona karena masih ragu dengan Rara.
“Gue gak becanda! Makanya buruan lu kemari,” katanya mencoba meyakinkan.
“Ya udah tunggu gue,” jawab Rona dan kemudian meletakkan handphone-nya di atas meja. Dia bergegas mandi dan bersiap-siap ke sekolah.

Dalam perjalanan Rona terlihat gelisah. Pikirannya bercampur aduk antara senang dan tidak. Pak supir yang sedari tadi mengamati Rona merasa heran. Rona memang sudah sangat merindukan sang pacar Dude, tapi ia juga membencinya. Karena sudah tiga bulan terakhir ini Dude tak masuk sekolah. Dude juga tak pernah memberikan kabar. Dan saat Rona mendatangi rumah Dude, pembantunya tak mau memberikan informasi tentang Dude.

Sahabat dan teman dekat Dude sudah ditanyai Rona, tapi tak satu pun yang tahu. Sedangkan wali kelas dan guru-guru tidak mau memberitahukan apapun tentang Dude, padahal mereka sebenarnya tahu segalanya. Bulan pertama dan kedua Rona seakan tak terima dengan kehilangan Dude yang tiba-tiba. Namun di bulan ketiga ia mulai berangsur pasrah.

Mobil yang dikendarai pak sopir berhenti tepat di depan gerbang sekolah, tanpa mengucapkan apa-apa Rona bergegas keluar dari mobil dan berlari ke arah kelas. Pak sopir hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepala. Saat tiba di kelas Rona langsung menghampiri Rara.
“Ra! Lu serius dengan yang tadi kan?” tanya Rona meminta penjelasan Rara.
“Iya Na! tadi Dude datang kemari dan nyariin lu,” jawab Rara.
“Trus lu ngomong apa sama dia?”

“Ya gue bilang aja lu belum datang. Terus dia pergi dan dia balik ke kelasnya,” jelas Rara.
“Berarti dia masuk sekolah lagi dong?” tanya Rona lagi dijawab dengan anggukan oleh Rara.
“Jadi selama ini dia ke mana ya? Lu nggak tanya sama dia Ra?”
“Nggak, gue ngerasa canggung aja udah lama nggak ketemu dia,” jelas Rara.

Mereka berdua pun terdiam dan merasa heran. Namun Rona nggak mau terburu-buru untuk mendatangi Dude. Dia merasa bahwa Dude yang bersalah dan harus menemuinya terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan tentang hubungan mereka.

Rona menunggu dengan gelisah, sampai bel masuk pun berbunyi dan Dude belum datang. Kemudian pada jam istirahat Rona memutuskan tidak ikut Rara ke kantin. Karena Rona berfikir Dude akan datang kembali menemuinya. Namun untuk kedua kalinya Rona salah menduga.

“Dude belum kemari Na?” tanya Rara yang sudah kambali dari kantin dengan dua buah minuman di tangannya.

“Belum Ra.,” menggelengkan kepala dengan wajah kecewa.
“Kenapa ya?” Rara merasa heran diikuti gelengan kepala Rona yang menandakan juga heran.
”Tapi lu tenang aja Na, gue yakin nanti pulang sekolah dia pasti nemuin lu,” kata Rara dengan tegas.

Dan ternyata dugaan Rara benar. Dude sudah berada tepat di depan pintu kelas menunggu. Rona berdiri terpaku, bibirnya terasa beku. Sedangkan Dude juga terlihat sangat gugup, seakan tidak siap bertemu Rona.

Namun kerinduannya yang besar kepada Rona mengalahkan ketidaksiapannya. Rara tidak ingin mengganggu percakapan sahabatnya itu, ia tahu banyak hal yang pasti akan mereka bicarakan. Sehingga Rara memutuskan pulang duluan.

“Hai Na,” sapa Dude dengan lembut.
“Hai…,” jawab Rona singkat.
“Apa kabar?” tanya Dude.
“Baik, kamu?” Rona menjawab pelan.
“Lumayan,” jawab Dude
“Aku antar kamu pulang ya? Sekalian ada yang mau aku omongin”, sambung Dude.
Rona mengangguk. Mereka pun pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai motor yang dibawa Dude. Selama di jalan mereka hanya terdiam, tidak seperti suasana dulu yang begitu dihiasi dengan canda. Dude membawa Rona ke sebuah taman di mana dulu mereka sering menghabiskan waktu berdua. Setelah turun dari motor mereka berdua duduk di kursi yang ada di tengah taman.

“Aku mau minta maaf sama kamu Na, karena selama ini aku nggak ngasih kabar ke kamu,” Dude berusaha memulai pembicaraan.

“Kamu sebenarnya ke mana sih? Kamu tahu nggak, aku udah nyariin kamu ke mana-mana,” Rona merasa tidak tahan lagi menyembunyikan perasaannya.

“A….ku, sakit Na!” jawab Dude dengan sangat lambat.
“Sakit?” Rona merasa jawaban Dude bukanlah hal yang aneh tetapi dia justru heran mengapa hal itu harus disembunyikan darinya.

“Tapi kenapa kamu nggak ngasih tau aku, aku kan pacar kamu jadi aku bisa ngerawat kamu.”
“Aku tahu Na, tapi ini nggak segampang itu.”

“Maksud kamu?” Rona semakin terlihat bingung dengan perkataan Dude yang nggak jelas. Dude terdiam, mukanya terlihat ragu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Rona.
“De? Kenapa kamu diam? Maksud kamu apa?” Rona mengguncang badan Dude, memaksa Dude menjelaskan semuanya. Rona merasa sudah cukup untuk bingung selama tiga bulan ini. Sehingga dia tidak ingin menunda lagi mengetahui apa yang terjadi.

“Aku…aku…aku menderita kanker stadium akhir Na,” jelas Dude dengan perlahan.
“Apa?” Rona terlihat sangat terkejut, ia benar-benar nggak menyangka penjelasan Dude akan seserius itu.

“Selama tiga bulan ini aku menghilang, karena mama membawa aku ke Singapura untuk menjalani perawatan. Di sana aku terapi dan aku sempat kritis Na,” Dude melanjutkan penjelasannya.
”Sekarang aku hanya punya waktu seminggu, setelah itu aku harus balik ke Singapura untuk perawatan selanjutnya.”

“Ya ampun Dude….kenapa kamu nggak ngasih tahu aku?” keluh Rona dan air mata terlihat jatuh di pipinya yang halus.

“Aku takut setelah mendengar semuanya kamu ninggalin aku. Aku kangen banget sama kamu dan aku takut kehilangan kamu Na.” Dude menutup mukanya dengan tangan. Ia menangis layaknya seorang anak kecil.

Melihat kesedihan pacarnya itu hati Rona hancur. Rona meraih tangan Dude dan memegangnya erat-erat. “Aku cinta sama kamu, dan aku cinta kamu apa adanya, aku nggak bakalan ninggalin kamu,” ujar Rona sambil menatap Dude.

“Aku bakal nunggu kamu, sampai kamu sembuh.”

“Tapi penyakitku semakin parah Na, aku nggak tahu kapan bisa balik lagi. Entah itu tiga minggu, tiga bulan, atau mungkin tiga tahun lagi,” tambah Dude dengan air mata yang terus mengalir.
“Aku nggak peduli, aku bakal nungguin kamu. Asal kamu janji berusaha untuk sembuh demi aku,” tambah Rona.

Dude terharu dengan perkataan Rona. Ia merasa semangat hidupnya kembali lagi. “Aku janji sama kamu, aku akan berusaha untuk sembuh.”

Dude langsung memeluk Rona dengan erat. Sudah lama pelukan hangat itu tidak mereka rasakan. Mereka larut dalam kebersamaan itu. Sejenak mereka melupakan semua kesedihan yang ada. Walaupun sebenarnya Rona tahu semua itu tidak akan mudah nantinya. Tapi ia hanya ingin memberikan semangat penuh untuk Dude, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.

Seminggu sebelum keberangkatan Dude ke Singapura mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Rona hanya ingin memberikan kenangan yang terindah untuk Dude. Kenangan yang mungkin tidak akan terulang lagi. Kenangan yang juga mungkin terakhir Dude rasakan. Mereka berdua benar-benar sadar akan hal itu. Tapi jauh di dalam lubuk hati Rona, ia berharap ini hanya sepenggal kenangan yang nantinya menjadi memori saat mereka menghadapi masa tua bersama.

Linda Evans Tresya adalah mahasiswa Jurusan Matematika
FMIPA Rab University Pekanbaru

READ MORE - Mungkinkah Ini Saat Terakhir? - Cerpen Cinta

Ghost OF Love - Sebuah Cerpen

ilustrasi-cerpen-takut“Vin, besok jangan lupa bawa catatan kimia, fisika, matematika, and biologi ya,’’ kata Adit.
‘’Iya deh,,iya..,’ ‘ sambungku.
‘’Eits,,wait !oh ya,catatan jepang juga ya..,’’ kata Adit lagi.
‘’Iya…,’’ jawabku singkat.
‘’Jangan lupa lho…,’’ katanya lagi.
‘’Iya Dit….iya…,’’ jawabku singkat lalu kututup HP-ku. Habisnya,temanku yang satu ini paling recok deh. Kalau bicara sama dia,aku bisa gondokan nih…tapi,dia itu teman aku yang paling baik lho. Ada satu lagi temanku yang namanya Rian, hubungan kami bertiga sangat akrab.

Esoknya, saat istirahat,aku dan Rian pergi ke kantin untuk makan. Beberapa saat kemudian Adit tidak muncul juga. Kami berdua keheranan, padahal biasanya kami bertiga makan sama-sama. Sampai waktu istirahat berlalu, Adit tidak muncul juga. Jadi aku dan Rian memutuskan untuk beranjak masuk kelas. Saat pulang sekolah pun kami tidak melihat Adit. ‘’Mana sih ni anak??’’ gerutu Rian, kami berdua makin heran,dan Rian mengusulkan untuk pergi ke rumah Adit.

Kami sampai di rumah Adit, pengurus rumahnya yang membukakan pintu untuk kami.Mak Tita menyuruh kami langsung naik ke kamar Adit saja.
‘’Dit..napa lu?,’’ sapaku saat melihat Adit terbaring. ‘’Lagi sakit nih…,’’ jawabnya lemas. ‘’Tumben..Lu bisa sakit juga ya…,’’ ejek Rian.
Kami bertiga pun tertawa secara serentak. Habisnya Adit tuh yang biasanya overacting paling semangat dan paling recok. Aku dan Rian tak menyangka kalau rupanya Adit bisa jatuh sakit juga.
‘’Sakit apaan sih lu?,’’ tanyaku.
‘’Mau tau aja Lo…,’’ jawabnya sombong.
‘’Dasar lu! lagi sakit pun sombongnya minta ampyuun, ntar gak bisa sembuh lho…,’’kata Rian membelaku.
‘’Ada aja…,’’ kata Adit.
‘’Dasar lu…,’’ kata Rian sembari menggelinya.
‘’Eh guys, Gue punya pertanyaan nih..’’ kata Adit.
‘’Iya, apaan?,’’ tanyaku. ‘’Kalo Lo hidupnya tinggal sehari, apa yang mau Lu lakuin?’’ tanyanya.
‘’Kalo gue, mau pergi ke tempat favorit gue and ngehabisin hari gue di sana,’’ jawabku singkat.
‘’Kalo gue, mau tidur aja deh jadi gue gak bakalan menderita waktu gue lagi sekarat,’’ kata Rian.
‘’Oh,,.iya donk,,habisnya hobi lo kan molor aja…,’’ ejekku.
‘’Nah,gimana kalo lo Dit?,’’ tanyaku padanya. ‘’Kalo gue… gue pingin ngehabisin waktu yang ada bersama cewek yang gue suka,’’ jawabnya dengan muka yang sedih.

Dan ia menatapku. aku merasakan kalau tatapan itu ada maksudnya. Habisnya tatapan itu aneh. Sedangkan Rian terus merecokinya dengan cewek yang ia sukai itu, aku sih tidak begitu peduli, habisnya aku sudah tau kalau Adit suka sama seorang cewek. Namun aku penasaran juga, jadi aku juga ikut-ikutan Rian merecokinya. Tapi Adit tak pernah mau mengatakanya,
Kami berdua menghabiskan sore itu di rumah Adit dan berbincang-bincang dengannya. Saat hari sudah mulai gelap aku dan Rian pun berpamitan.

***

Liburan kali ini Rian pergi ke luar kota bersama keluarganya. Jadi tinggal aku dan Adit yang tak punya rencana kemana-mana. Akhirnya Adit mengajakku untuk pergi ke kampung halamannya. Dan aku setuju saja, di sana banyak padang rumput yang hijau yang penuh bunga. Aku sangat menyukai tempat itu. Kami berdua bermain di sana setiap hari dan kurasakan kalau aku mulai menyukai Adit. Tapi aku tak tahu bagaimana perasaan Adit terhadapku. Jadi kupendam saja perasaanku ini.

Lagipula aku sudah berjanji akan berpacaran dengan Rian setelah ia kembali dari liburannya. Jadi hubunganku dengan Adit adalah tidak mungkin. Tak mungkin aku mengingkari janji ku dengan Rian dan mengatakan pada Rian kalau aku menyukai Adit. ‘’Tidak mungkin,’’ pikriku.
Dan aku tetap melewati hari-hariku bersama Adit dan berharap bahwa hari-hari ini tidak akan pernah berakhir. Namun waktu tetap berjalan dan waktu liburan tinggal satu hari lagi.

Esoknya, Adit mengajakku ke padang rumput dan kami menghabiskan waktu bersama di sana. Kami berbincang-bincang dan tiba-tiba Adit memelukku dari belakang dan kudiami saja. Ia memelukku erat-erat tanpa berkata apa-apa. Sesaat kemudian aku memanggilnya dan ia tak menjawab. Jadi kupanggil lagi ia tetap tidak menjawab. Aku pun menjadi heran.

Tiba-tiba Adit jatuh dan tak sadarkan diri. Aku menjadi takut dan kubawa ia ke rumah sakit terdekat.Dokter mengatakan kalau ia kena serangan jantung. Dari dulu ia punya penyakit jantung bawaan dan penyakitnya bisa kambuh kapan saja. Aku masih tak percaya atas penjelasan dokter dan aku berusaha masuk ke kamarnyadan memanggilnya.Namun ia tak menjawabku, air mataku menetes tanpa kusadari.

‘’Apakah ini saat-saat yang tidak ingin aku alami ini harus terjadi sekarang?,’’ tangisku dalam hati. Hatiku menjerit ketika aku kehilanagan orang yang kusuka. Aku bukan saja kehilangan tubuhnya,namun juga jiwanya. Aku berpikir bahwa aku masih bisa melihatnya, menyentuhnya dan akrab dengannya meskipun hanya sebagai teman.

Namun sekarang aku tidak memilikinya lagi, baik sebagai teman ataupun pacar aku merasa sangat terpukul. Namun aku masih mempunyai satu hal yang tak bisa direbut siapapun dan apapun yaitu kenangan bersamanya, selamanya aku akan mengingat hari-hari dimana aku bersama Adit.
Saat Rian pulang dari luar kota ia juga merasa sedih akan kepergian Adit. Namun,itu semua berlalu dengan cepat. Aku dan Rian saling melengkapi dan memahami. Aku sudah tak begitu sedih lagi akan kepergian Adit karena ada Rian yang senantiasa di sampingku dan menghiburku. Ia mengisi hari-hariku dan sekarang aku sudah bisa menerima kehilangan Adit dan keberadaan Rian.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa sifat Rian mulai berubah. Aku bisa melihat sifat Rian menjadi sama seperti sifat Adit. Mungkin Rian berusaha meniru gaya Adit,pikirku pada awalnya. Tapi lama kelamaan hal itu semakin mejadi-jadi. Aku tak mungkin salah membedakan yg mana Adit dan Rian. Akhir-akhir ini aku merasakan keberadaan Adit pada diri Rian atau itu hanya perasaanku saja?.

Tapi tak mungkin sikap Rian dan Adit sangat berbeda, meskipun kalau Rian meniru gaya Adit, kadang-kadang pasti ada juga kesalahan sikap Rian menjadi perhatian tapi tak selembut Adit. Rian biasanya bisa mengubah suasana menjadi seru dengan pamer-pameran, Namun Adit bisa mengubah suasana menjadi romantis dan akhir-akhir ini Rian menjadi lembut dan hangat, aku bisa merasakannya. Ini bukan sikap Rian yang biasanya sikap ini sama seperti sikap Adit.

Setahun setelah kematian Adit, aku dan Rian pergi ke padang rumput yang berbunga di desa Adit, aku teringat setahun yang lalu ketika aku dan Adit bermain di sini di padang rumput ini. Ia memetikkan aku setangkai bunga lili yang putih bersih. Sekarang datang kemari bersama Rian, anehnya kali ini Rian yang memetikkan bunga untukku dan bunga itu sama dengan yang Adit berikan padaku setahun lalu.

Rian juga melakukan hal sama seperti Adit setahun lalu. Ia memelukku, Aku tak tahu siapa yang memelukku Rian ataukah Adit. Wajah yang kulihat adalah Rian, tubuh yang memelukku adalah Rian tapi mengapa kurasakan kehadiran Adit? yang kurasakan adalah kehangatan Adit. Aku heran aku berpikir ini adalah Adit, pasti Adit, Aku yakin.

‘’Dit, apakah ini lo?,’’ tanya ku pada Rian. Aku menatapnya lekat-lekat dan ia tersenyum padaku. ‘’Iya Vin. Ini gue Adit,’’ jawabnya. Aku tak bisa lagi menahan air mata ku. Aku tak pernah tahu bagai mana Adit bisa ada di tubuh Rian, tapi yang pasti kulakukan adalah memeluknya erat-erat. Kalau bisa aku tak mau melepasnya sudah lama aku kehilangan dia.

‘’Vinada yang mau gue katakan sama lo, gue dari dulu suka sama lo. Maaf ya kalo gue baru bilang sekarang. Mungkin udah telat tapi Vin gue datang untuk mengatakannya.Gue mau lo tahu kalo gue suka sama lo Vin,” terangnya sambil diakhiri dengan jeritan sembari memelukku erat-erat.

‘’Iya Dit,gue udah tau kok. Gue juga suka ma lo’’ ujarku sambil menatap matanya. Dulu gue suka sama lo Dit. Sampai sekarang juga.gue gak terima kenapa lo ninggalin gue tanpa berkata apa-apa.Dan kenapa lo sakit lo gak mau kasih tau gue? kenapa Dit?,’’ tanyaku sambil menangis
‘’Maaf Vin, gue gak mau lo sedih,’’ ujarnya dengan rasa bersalah. ‘’Tapi sekarang gue juga merasa sedih kan Dit?,’’ desakku.

‘’Maaf Vin, tapi kalao lo mau,gue bisa tinggal di sini,di tubuh Rian dan kita bisa hidup bersama.’’ terang Adit..’’ Tapi bagaimana dengan Rian?,’’ tanyaku. ‘’Rian…Rian mesti mengorbankan dirinya demi kita Vin. Dia pasti mau Vin. Dia pasti mau ngelihat lo bahagia,’’ balas Adit. ia mengatakan seolah-olah Rian menyetujuinya, sejenak aku berfikir bahwa Adit hanya mau menang sendiri.
‘’Enggak Dit. Ini tubuh Rian. Ini milik Rian. Gue gak mau Rian mengorbankan dirinya demi kita. gue gak mau Dit,’’ tolak ku. ‘’Jadi lu memilih berpisah Vin?,’’ tanya Adit. ‘’Maaf Dit, ini tubuh Rian, jangan egois Dit, hubungan kita sudah terlambat. Gak mungkin bisa kembali lagi,’’ ujarku dengan tegar menahan air mataku.

‘’Gue ngerti Vin, tapi maaf udah bikin lo sedih. Tapi gue yakin bisa menghibur lo. Rian bisa menggantikan posisi gue, gue suka lo Vin. gue akan tetap suka lo selamanya.gue janji..,’’ ungkapnya. ‘’Gue juga suka sama lo Dit…,’’ balasku.
Kemudian ia menciumku dan esoknya aku terbangun di kamar dengan Rian yang sudah menungguku dengan wajah cemas. ‘’Vin, lo kok tiba-tiba pingsan sih?,’’ tanya Rian cemas. Aku hanya tersenyum mendengar perkatannya. Kusadari, ini baru benar-benar sikap Rian, aku masih membayangkan apa yang terjadi itu benar- benar atau hanya mimpi? tapi aku tahu ini adalah nyata, karena aku mengenal tatapan yang mampu menembus hatiku sama seperti Adit lakukan dulu padaku.

‘’Udah Vin… jangan dipikirin. ntar gue jealous lho…,’’ kata Rian. ‘’Sekarang lo mesti kosentrasi buat suka sama gue dan thanks ya udah milih gue jadi pendamping lo…’’ terang Rian sambil tersenyum.
‘’Udah kalau gitu, sekarang lo istirahat ya…,’’ kata Rian. Aku tak tahu kalau Rian mengetahui semua kejadian saat aku bersana Adit. Saat ini aku merasa lebih bahagia, aku bersyukur masih ada seseorang yang bisa menyukaiku dan menyayangiku dengan sepenuh hati.***

M.Rizky Daelamy.L
Siswa SMAN 6 Pekanbaru

READ MORE - Ghost OF Love - Sebuah Cerpen

puizi

Puisi Cinta »

[10 Mei 2009 | No Comment | 14 views]

Melambung tinggi kau ke angkasa
Di sisimu ada dua sayap putih
Bersih nian hingga tak sanggup kusentuh
Bibirmu merah membaurkan secercah asa
Terbias dari matamu
Sinar-sinar penuh harap
Mimpi-mimpi indah anak jenaka
Dengan jarimu
Kau torehkan mimpiku jua
Tiba-tiba,
Kau menelusupkan jarimu ke jariku
Hangat menyentuh merasuk hati
Sambil berjalan
Kau ceritakan mimpi indahmu hari esok
Bersama denganku
Jalani dentingan waktu

Puisi Cinta »

[26 Apr 2009 | No Comment | 47 views]

Buih lautan menyesak di tepi mercusuar
Melambungkan nadiku yang hampir putus
Di tepi menara saat malam sunyi
Bintang-bintang menggelitik angkasa
Kau lukiskan wajahku di batu tebing puncak menara
Berdayung kelok kemudi
Kau dan aku tembangkan melodi-melodi
Aku jahit lukamu
Kau jahit lukaku
Sama-sama kita saling berbagi
Di puncak menara

Puisi Cinta »

[11 Apr 2009 | One Comment | 232 views]

Datang tanpa kita sadari
Pergi tanpa kita ketahui
Sulit dimengerti
Bila tidak dipahami
Cinta
Mewarnai kehidupan
Kadang menyenangkan
Kadang menyakitkan
Mencintai
Dicintai

Puisi Cinta »

[11 Apr 2009 | No Comment | 120 views]

Cinta
Adalah Fana.
Seperti Nyawa,
Setangkai Bunga,
Hampa…
Perasaan Manusia…
Adalah Jalan Tanpa Akhir…
Cinta, Apakah Sebuah Impian,
Ataukah Kenyataan…???

Puisi Cinta »

[11 Apr 2009 | No Comment | 254 views]

Malam ini lonceng hatiku berbunyi
Adakah pertemuan kita ’kan
tinggalkan kenangan
Ataukah hadirkan permulaan baru
Aku seringkali bermimpi bila melihat wajahmu
Aku ingin hidup bersamamu, seperti mimpiku
Meskipun kau bukan impianku, tapi aku
gilakan kamu
Kadang kau kubenci, tapi kau buat aku tertawa
Juga rindu

Puisi Cinta »

[29 Mar 2009 | No Comment | 199 views]

Gerimis dalam sendu
Banjiri pelupuk mata
Terisak akan kebohongan,
Janji tak terjalankan
Kebencian akan cinta
Awalnya terasa indah
Tapi itu hanya kata
Kata yang diubah
Menjadi mentah

Puisi Cinta »

[22 Mar 2009 | No Comment | 148 views]

Aku terhempas
Terlunta dalam kegaulan
Kubimbang padaMu
Pada cintaMu
Kau beri kusebuah harapan
Agar menjadi insan cemerlang
Tapi kau porak-porandakan aku
Dalam sebuah ruang waktu

Puisi Cinta »

[15 Mar 2009 | No Comment | 353 views]

Aku tak mengerti…
Entah apa yang aku rasakan saat ini
Mungkin rasa cinta
Yang seakan mengelora di hatiku…
Aku tak tau…
Entah sejak kapan hadirnya rasa ini
Hanya saja ketika aku tersadar
Aku sungguh mengagumimu…

Puisi Cinta »

[8 Mar 2009 | No Comment | 445 views]

Tiada hari memikirkanmu
Hati ini gundah tanpamu
Dan kau hanya mempermainkanku
Sesungguhnya aku cinta padamu
Tapi mengapa kau lakukan ini
Dan seolah kau hancurkan cintaku
Bahkan rela tangisi ini semua
Hanya karena kau mempermainkanku
Mengapa cinta ini begitu pahit

Puisi Cinta »

[21 Feb 2009 | No Comment | 309 views]

Kau …..
Selalu menyakiti hati ini…
Tak pernah mengerti dan perduli …
Sakit dan perihnya hati dan nurani
Karena dirimu yang selalu begini
Kau ….
Selalu mengingkari janji-janji
Dan mengacuhkan aku seperti angin

READ MORE - puizi

Karakter Lelaki Berdasarkan Zodiak





Malem ini pas gw lagi googling nyari hal yg berkaitan ttg zodiak..
gw nemuin beginian nih, Karakter lelaki berdasarkan zodiaknya:


Lelaki Aquarius: Ia berdarah panas, suka melakukan apa pun sesuai keinginan. Jika tak mengerti atau tak bisa mengikutinya, Anda tak akan betah bersama dia dalam waktu lama. Gaya bicaranya blakblakan dan tak pintar berbohong. Ia tak suka orang pesimis, tak punya semangat, dan berotak dangkal. Jangan memancing kecemburuannya karena ia tak akan membuat keributan, melainkan pergi meninggalkan Anda.


Lelaki Pisces: Ia berjiwa sensitif, pendiam, pemalu, dan sangat emosional. Ia bukan orang yang suka melawan arus, dan lebih memilih jalur aman. Bagi dia, dalam hidup yang penting bukanlah cinta melainkan status dan stabilitas. Ia suka perempuan ceria dan cerdas. Jangan menasihati dirinya karena ia tak suka. Ia lebih menghargai Anda mencontohkannya terlebih dulu daripada memberinya kuliah.


Lelaki Aries: Ia dapat terlihat lembut, tapi di dalam hatinya ia orang yang sekeras baja dan tegar. Rintangan kecil tidak akan membuatnya jatuh begitu saja. Keras kepala menjadi ciri dari warga Aries. Pujilah dirinya dan berikan senyuman kepadanya karena itu akan menjinakkannya. Ia cenderung posesif dan lebih menyukai perempuan bertipe ibu rumah tangga.


Lelaki Taurus: Taurus pada umumnya tak suka pada aturan. Ia sangat menyenangi kebebasan. Jika Anda ingin bersamanya, jangan membuat aturan buat dia karena dia akan segera meninggalkan Anda. Ia bisa melakukan hal-hal yang menurut orang lain aneh. Ia suka mencari dan menganalisa orang dan banyak hal. Jika Anda sedang dekat dengan lelaki Taurus, jangan membuka terlalu lebar kehidupan pribadi Anda, tapi buatlah dia penasaran. Ia pasti akan semangat mendapatkan Anda.


Lelaki Gemini: Ia punya kemampuan khusus, pintar berbicara. Saat diberi kesempatan, ia bisa bicara tanpa henti. Ia orang yang tak bisa diam, hiperaktif, dan penyuka kerapian. Ciri menonjol lelaki Gemini adalah sangat pemilih dan gampang bosan. Ia dapat mengubah pikirannya secepat mengganti sepatu. Ia tak menyukai pekerjaan rutin dan sangat sulit menepati waktu. Jika ia datang terlambat bukan karena ia lupa, tapi karena ia selalu berhenti menikmati hal lain yang menarik perhatiannya.


Lelaki Cancer: Inilah lelaki paling sensitif dari semua zodiak. Mood-nya selalu berubah-ubah. Anehnya, justru perubahan inilah yang membuatnya memesona. Ia bukan tipe lelaki pejuang. Ia akan menunggu kesempatan yang pas untuk mendapatkan keinginannya. Ia paling tak tahan ditolak dan sangat anti dipermalukan. Ia melindungi dirinya sedemikian rupa sehingga terkesan dingin. Bakat Cancer di antaranya kreatif dan imajinatif. Ia menyukai perempuan mandiri, ceria, aktif, percaya diri, dan sopan.


Lelaki Leo: Penampilan luarnya menunjukkan ia orang yang lemah lembut, tapi sebenarnya dia kuat dan percaya diri. Kata-katanya selalu tampak normal, tapi kerap berisi perintah dan permintaan. Harga dirinya sangat tinggi. Ia dapat membantu memecahkan permasalahan orang lain, kecuali masalahnya sendiri. Ia bisa terluka kalau Anda tidak memercayai atau tidak menghargai kemampuannya. Ia suka pada orang yang bergantung padanya, karena itu membuatnya merasa berkuasa.


Lelaki Virgo: Ia amat menghargai waktu. Membuatnya menunggu dianggapnya penghinaan. Ia tak suka dikritik. Ia seorang perfeksionis yang romantis, bisa mendaki gunung Himalaya hanya untuk mengatakan ia merindukan Anda. Perempuan yang menarik hatinya adalah yang rapi dan berpenampilan up to date. Ia peduli pada detail, pendiriannya juga teguh, ya adalah ya, tidak adalah tidak, apa pun komentar orang.


Lelaki Libra: Sebagian besar pria Libra berwajah tampan. Bahkan jika wajahnya pas-pasan, tetap terlihat menawan. Sisi gelapnya keras kepala dan sering memulai pertengkaran. Ketika mood-nya baik, ia lelaki menyenangkan. Jika sedang mendung, ia paling suka memancing perdebatan. Secara alami, orang Libra suka berada dalam dunianya sendiri. Tak suka melakukan hal yang aneh-aneh. Ia tak suka pada perempuan yang berdandan berlebihan atau pecicilan.


Lelaki Scorpio: Ia sangat sensitif dan mudah terluka. Ia tak pernah memercayai siapa pun kecuali dirinya. Kesabarannya mengagumkan. Ia dapat menunggu beberapa tahun untuk mencapai tujuannya. Ia sangat serius terhadap cinta dan tak akan membuang waktu bersama orang yang tak dicintai. Warga Scorpio terkenal pendendam. Jangan pernah menjanjikan hal-hal yang tak akan dapat dipenuhi karena ia akan terus menagihnya. Ia ingin dihargai dan dikagumi, tapi tidak ingin Anda menguasai dirinya.


Lelaki Sagitarius: Warga Sagitarius menyukai kehidupan sosial, humoris, dan tak mau ketinggalan tren. Ia benci rutinitas karena membuatnya bosan. Ia bukan manajer keuangan yang baik. Tapi ia bukan orang yang pamrih. Ia suka pujian dan kata-kata manis. Ia suka bepergian dan melihat tempat-tempat menarik. Sagitarius pembenci kewajiban, makanya kata pernikahan membuatnya seperti tercekik. Ia mudah sekali jatuh cinta, terutama pada perempuan manis, lucu, dan berkepribadian kuat.


Lelaki Capricorn: Ia pendengar yang baik dan dapat mengerti semua hal secara jelas dan mudah. Berintuisi tajam, bisa menebak apa yang Anda ingin katakan, bahkan sebelum Anda mengatakannya. Wanita selalu datang padanya tanpa diundang. Ia suka lingkungan tenang dan damai. Ia akan memberikan Anda kebebasan dan hanya memantau dari jauh. Ia kekasih sempurna dari semua Zodiak, laki-laki romantis yang akan mengajak Anda berdansa di bawah sinar bulan. Ia takluk pada perempuan rapi dan berpakaian indah.


nah sekarang.. mari kita review zodiak gw.. Leo
Penampilan luarnya menunjukkan ia orang yang lemah lembut --> antara benar dan salah. lemah? no way akh .. lembut? iya.. lembut kulitnya [hmpfh]
tapi sebenarnya dia kuat dan percaya diri. --> yuph.. kuat makan dan narsis (percaya diri ?)
Kata-katanya selalu tampak normal, tapi kerap berisi perintah dan permintaan. --> mungkin..
Harga dirinya sangat tinggi. --> yup, berbanding lurus dengan harga dollar
Ia dapat membantu memecahkan permasalahan orang lain, kecuali masalahnya sendiri. --> yg ini salah nih.. wakaka.. yg ada gw malah nambah2in masalah *grin*
Ia bisa terluka kalau Anda tidak memercayai atau tidak menghargai kemampuannya. --> banget
Ia suka pada orang yang bergantung padanya, karena itu membuatnya merasa berkuasa. --> lol

wew.. kayaknya dari hasilnya lumajan tepat nih
READ MORE - Karakter Lelaki Berdasarkan Zodiak